SUSI ART SAKSI KEJADIAN MENIMPA FERDY SAMBO YANG BERUBAH - UBAH
Jakarta(6/11/2022) – Sejak bulan September hingga Oktober, di Indonesia ini di gemparkan dengan berita Ferdy Sambo yang menembak Brigadir J yang semakin lama semakin panjang pelacakan kasus tersebut.
Pelacakan tersebut diusut mulai dari rumah Ferdy
Sambo, Wawancara warga setempat, hingga pengakuan Istri dari Ferdy Sambo sampai
ART. Istri dari Ferdy Sambo awalnya memilih bungkam untuk menceritakan kejadian
ini ke media.
Susi ART sebagai saksi dari kasus Ferdy Sambo ini
memberikan kesaksian kepada hakim dan media secara berubah – ubah. Kesaksian Susi tidak pernah mengecewakan hakim. Tidak hanya ceritanya yang dianggap aneh, Susi juga dianggap rumit dan berganti-ganti informasi.
Hakim Wahyu harus menekankan bahwa jika kesaksian Anda berubah, saya akan mengarahkan jaksa untuk memperlakukan Anda sebagai tersangka baru dalam kasus Brigadir J.
Puncaknya, para terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat, Brigadir J, Richard Eliezer Pudihang Lumiu, atau Bharada E menemukan kesaksian Susi sejumlah kebohongan.
Karena beberapa fakta dibantah langsung oleh Bharada E, Susi menjadi lebih sadar, dan hakim dan jaksa beralih ke Susi sebagai saksi yang sangat penting untuk mengungkap misteri kasus Sambo.
Barada E membantah pernyataan Sushi yang mengatakan Brigjen Joshua melarang Putri diangkat dalam insiden 4 Juli 2022 di Magelang, Jawa Tengah.
Jika bukan karena penyakitnya, yang menurut pernyataan lain adalah motif Putri, dia merasa sakit dan Brigadir Jenderal Josua berinisiatif untuk membawanya ke kamarnya.
Apakah itu bagian dari "kerajinan" Putri atau konspirasi terhadap Brigjen Joshua?
Susi kemudian mengatakan bahwa Ferdy Sambo sering menginap di Jalan Saguling dan Duren Tiga. Menurut Eliezer, Sambo lebih sering berkunjung ke rumahnya di Jalan Bangka dan hanya ke Saguling pada hari Sabtu dan Minggu.
Fakta ketiga yang dibantah Bharada Eliezer adalah dia dan Sambo dikarantina (Isoman) di Jalan Bangka dan bukan Duren Tiga saat terpapar Covid-19.
Juga sanggahan Barrada Eliezer atas ketidaktahuan Susie bahwa Brigjen Josua memiliki kamar di Sagrin, dan pernyataan Susie bahwa dia tidak melihat senjata laras panjang di dalam mobil yang diangkut dari Magelang ke Jakarta.
Empat fakta sanggahan semakin memperkuat dakwaan hakim dan jaksa ketika fakta diketahui Susi tetapi tidak disajikan secara jujur. Namun, banyak fakta menarik terungkap di sini. Bahkan, hakim menilai informasi yang goyah itu menjadikan Susie sebagai saksi kunci dalam mengusut motif di balik pembunuhan ajudan Sambo itu.
Opini yang saya tangkap dari berita
Susi ART tersebut adalah, kebijakan susi yang tidak mau mengungkapkan kasus
ferdy sambo sebagai saksi, oleh karena itu, susi terus mengubah – ubah fakta tentang
kejadian ferdy sambo menembak brigadir J karna ia tidak mau disalahkan oleh
hukum dan hakim.
Berikut artikel berita saya mengenai
Susi ART dari Ferdy Sambo, semoga bermanfaat ...

Komentar
Posting Komentar