Semangat Seorang Penjual Rujak
Jakarta - Sosok Bapak penjual
rujak ini adalah seorang pekerja keras, hampir setiap hari ia duduk memandangi
jalanan di depan gerobak jualannya yang berisi berbagai macam buah potong dan
rujak. Bapak yang tidak ingin disebutkan namanya ini merupakan seorang penjual
rujak yang selama enam hari dalam seminggu iya habiskan untuk berjualan di
tengah gedung perkantoran di daerah Jakarta Selatan.
Setiap harinya ia
memulai aktivitas dengan menyiapkan keperluan berjualannya seperti buah-buahan
dan bumbu untuk rujak, dan ia biasa dibantu oleh saudaranya. Dengan menggunakan
gerobak ia biasa memarkirkan gerobaknya di tempatnya berjualan, dari pagi hingga sore.
Dalam satu hari ia bisa
hampir menghabiskan buah jualannya yang ia bawa hari itu, orang-orang yang
biasa membeli dagangannya adalah pembeli tetap atau orang yang sesekali membeli
karena tinggal di daerah tersebut. Saat jam makan siang orang kantor akan
membuat ia berdiri dalam waktu yang cukup lama karena banyaknya orang yang datang dan pergi untuk
membeli dagangannya, namun tidak terlihat raut wajah seseorang yang lelah
melainkan wajah penuh senyum saat menyambut pembeli.
Setelah jam makan siang
baru ia bisa beristirahat, dan dengan sabar menunggu pembeli lainnya sembari
duduk. Ketika dagangannya tidak habis maka ia akan membawanya pulang dan berharap
di sepanjang jalan menuju rumah akan ada orang yang membeli sisa dagangannya
tersebut.
Tiga kunci utama ia
dalam berdagang yaitu kerja keras, tekun dan sabar. “Enggak usah malu karena dagang
di pinggir jalan gini, selagi halal, yang penting kita tekun dan sabar buat
ngejalaninnya,” ujarnya.
Inilah Bapak penjual
rujak, salah satu orang yang kehidupannya dapat menginspirasi orang-orang
di sekitarnya. Tidak perlu melihat siapa dia ataupun tau namanya, Bapak
penjual rujak ini saja dapat menginspirasi kita untuk menjadi seorang pekerja keras, sabar dan
tekun dengan yang apa kita kerjakan dan tidak lupa bersyukur.
Penulis : Zahara Mega Zahwa (193516516551)

Komentar
Posting Komentar